Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar peringatan Maulid Rasul di Pendopo kabupaten.



Peringatan Maulid Rasul kali ini juga dihadiri oleh Unsur Muspida, Sekda HST H IBG Dharma Putra, Para kepala SKPD, para Camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Acara diawali dengan pembacaan syair-syair nabi, serta shalawat dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH Asmuni atau yang sering dikenal dengan Guru Danau.



Bupati HST Harun Nurasid menyampaikan, peringatan maulid yang dilaksanakan setiap tahunnya jangan hanya dimaknai dengana cara makan-makan, namun sebagai tanda ketaqwaan kita kepada Allah SWT.



“Jadikanlah peringatan Maulid Rasul ini sebagai tanda kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW dan sebagai cara menambah keimanan kita kepada Allah SWT,” katanya.



Selain itu, Harun menambahkan bahwa sebagai warga HST yang beriman dan bertaqwa hendaknya dibarengi dengan tanggung jawab kita sebagai aparatur pemerintah.



“Sebagai aparat pemerintah dan pengayom masyarakat, hendaknya kita melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tupoksinya, sehingga pemerintahan berjalan dengan baik sesuai harapan kita bersama,” terangnya.



Pada kesempatan itu, Guru Danau juga menyampaikan tausyiahnya, tausyiah yang disampaikan adalah sejarah kelahiran Baginda Rasulullah SAW.



Disampaikannya, Nabi Muhammad dilahirkan dengan keadaan yatim piatu, namun dengan keadaan beliau tersebut, Nabi Muhammad lebih mudah berkomunikasi dengan Allah SWT tanpa ada perantara.



“Setiap ada masalah yang muncul, Rasul hanya mengadu kepada Yang Maha Kuasa dan doa beliau diijabah Allah,” ungkap Guru Danau



Lebih lanjut, diterangkanya manusia yang paling cepat bertemu dengan Rasul adalah manusia yang memiliki akhlak seperti rasul yang salah satunya tidak memakan hak orang lain.

“Seumur hidupnya, beliau tidak pernah memakan hak orang lain sehingga hidupnya selalu di liputi dengan rahmat dan keberkahan,” tuturnya. 


Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar