Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Selatan diminta menunjukan program-program kepemudaan, bukan banyak menampakan yang bersifat seremonial.


Permintaan itu dari mantan Ketua KNPI Kalimantan Selatan (Kalsel) Gusti Perdana Kusuma, di Banjarmasin, Rabu, guna menjaga eksistensi organsasi kemasyarakat pemuda (OKP) yang lahir Tahun 1973 itu.

Karena itu, politisi muda Partai Golkar tersebut menyarankan, pemuda yang tergabung dalam KNPI Kalsel agar lebih mengedepankan kegiatan kepemudaan dibandingkan memikirkan kisruh dualisme kepemimpinan organisasinya di tingkat pusat.

Anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Golkar itu mengharapkan, pemuda di provinsinya agar tetap bersatu dalam wadah KNPI, jangan ikut-ikutan daerah lain.

"Kalau di daerah lain terjadi dualisme kepengurusan KNPI, maka di Kalsel jangan sampai terjadi. Apalagi sampai terjadi perpecahan atau ada kubu-kubu organisasi kepemudaan tersebut," ajaknya.

"KNPI sejatinya, menjadi wadah bernaung bagi seluruh organisasi pemuda yang ada di Indonesia, termasuk di Kalsel yang terdiri 13 kabupaten dan kota, serta banyak terdapat OKP," lanjutnya.

Mengenai kepengurusan KNPI Kalsel, dia menyarankan, sebaiknya cukup satu periode, sehingga memberi kesempatan kepada generasi muda lain yang cukup potensial untuk berkiprah dalam pembangunan, terutama bidang kepemudaan.

"Sebagai contoh masa saya menjadi Ketua KNPI Kalsel dan sebelumnya, tidak ada ketua yang menjabat dalam dua periode, guna memberi kesempatan kepada pemuda lain, untuk berkarya dan mengemban amanah," demikian Gusti Perdana.

Kelahiran KNPI 1973 dibidani "Kelompok Cipayung" yang terdiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolek Republik Indonesia (PMKRI).

  Sedangkan tujuan berdirinya KNPI antara lain, untuk menyamakan visi dan persepsi OKP dalam membangun negara dan bangsa Indonesia./D.

Editor: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar