Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Masdar, menyatakan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulaulaut dengan daratan Kalimantan Tanjung Ayun-Tarjun dilaksanakan sekitar 2013.

"Kami opetimistis pembangunan jembatan Tanjung Ayun-Tarun terealisasikan 2013," ungkap Masdar, Senin.

Ia mengatakan perijinan pembangunan jembatan Tanjung Ayun-Tarjun akan keluar apabila ada tim terpadu dari Kementerian Kehutanan turun ke lapangan.

Komisi I sudah koordinasi ke Kementerian Kehutanan, dalam waktu dekat tim terpadu akan dibentuk, tinggal menunggu surat dari Menteri Kehutanan," jelasnya.

Keberadaan jembatan nanti diharapkan dapat mengurangi kecelakaan laut dan terisolasinya daerah di Kotabaru.

Bahkan, lanjut dia, desain jembatan sepanjang 3,5 km tersebut telah dipersiapkan sejak 2008.

"Menurutnya setelah jembatan sepanjang 3,5 km itu terbangun dan transportasi lancar tidak lagi dibatasi waktu, seperti saat masih menggunakan kapal penyeberangan fery," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Kotabaru H.Irhami Ridjani mengatakan, jembatan yang menghubungkan Tanjung Ayun-Tarjun, dengan panjang 3,5 km dengan biaya sekitar Rp1 triliun itu akan dibangun oleh investor dari perusahaan bijih besi Group PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) dengan cara hibah.

Rencananya, pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh perusahaan kontruksi T.Y.Lin International Engeneering Consulting asal China dengan waktu sekitar 30 bulan.

Dia berharap dengan dibangunnya jembatan yang menghubungkan Pulau Laut di mana terdapat enam kecamatan di Kotabaru dengan daratan Kalimantan itu akan terbukanya daerah terisolasi untuk menjadi daerah yang maju dan dapat mengejar ketertinggalan.

Editor: Imam Hanafi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar