Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mendorong dilakukannya pemetaan potensi pendapatan daerah, mengingat masih banyak potensi daerah yang belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Kepala Bappeda Tabalong Akhmad Rizali Noor, di Tanjung, Senin, mengatakan, pemetaan potensi pendapatan asli daerah (PAD) melibatkan tim peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat.

"Sebenarnya banyak potensi yang belum digali, dan karena itu bersama tim peneliti Unlam melakukan pemetaan potensi sumber pendapatan guna mendongkrak PAD Tabalong di masa mendatang," katanya saat ekspos awal penelitian pemetaan potensi PAD di aula Bappeda di Tanjung.

Hadir dalam ekspos tersebut tim peneliti Unlam yaitu Muhammad Saleh, Yunani, dan Burhanuddin.

Selaku ketua tim peneliti, Muhammad Saleh mengatakan dari pemaparan sejumlah SKPD diketahui ´┐Żbanyak potensi sumber PAD yang belum digali maksimal, seperti di sektor pariwisata, pajak galian C hingga retribusi parkir.

"Dalam penelitian ini selain mengumpulkan data dari seluruh SKPD terkait juga melakukan peninjauan lapangan untuk melihat langsung potensi sumber PAD yang ada di Tabalong," jelas Saleh.

Selain harus bisa memaksimalkan potensi sumber PAD, Yunani, anggota tim peneliti lainnya mengingatkan tiap SKPD bisa memberikan pelayanan yang baik sehingga ada keseimbangan dengan besarnya retribusi yang masuk ke kas daerah.

Sejumlah SKPD yang hadir pun mengakui selama ini penarikan retribusi atau pemberlakuan perda terkait pajak belum optimal.

Seperti dilontarkan Kabid PAD, Dinas Pendapatan Tabalong, Gonto, sejumlah pajak atau retribusi yang belum bisa dipungu secara optimal diantaranya pajak restauran dan hotel.

"Pajak atau retribusi yang ditangani Dinas pendapatan saat ini hanya enam jenis diantaranya pajak hotel dan restauran, pajak penerangan jalan, pajak ´┐Żhiburaan hingga katering.

Namun, belum semuanya bisa kita kenakan pajak secara penuh seperti pajak hotel dimana kita hanya sebatas menerima laporan dari pihak pengelola," jelas Gonto.

Gonto menambahkan tahun ini PAD mencapai Rp50 miliar, lebih besar dibanding 2011 yakni Rp44 miliar dan mengharapkan bisa ditemukan strategi yang baik untuk mengoptimalkan sumber pendapatan daerah setelah dilakukan kajian khusus.C

Editor: Imam Hanafi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar