Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menerapkan standar nasional Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan oleh pelaku industri skala rumah tangga setempat.


Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Balangan Arkani di Paringin, ibu kota Balangan, Rabu, mengatakan untuk itu telah dilakukan kegiatan sosialisasi kepada para pelaku indsutri skala rumah tangga.

"Sosialisasi mengenai perluasan penerapan SNI telah dilakukan untuk mendorong daya saing industri manufaktur yang diikuti oleh 33 pelaku," katanya.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Daerah setempat terhadap produk-produk yang dihasilkan para pelaku industri rumah tangga.

Selain itu, ujarnya, agar para pelaku bisa memahami tentang label SNI pada suatu produk.

"Pencantuman label SNI pada suatu produk tidak gampang karena harus melalui tahapan dan proses pengujian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum memperoleh sertifikat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa SNI merupakan label yang hanya dapat diperoleh bila sebuah produk sudah menerapkan sistem manajemen mutu.

Proses pengujian dari BPOM terdiri dari tiga tahap yang meliputi segi kesehatan, keamanan dan keselamatan hingga akhirnya dapat diketahui apakah memenuhi standar atau tidak.

"Karena itulah, penting bagi para pelaku industri untuk dapat menghasilkan produk yang bergizi dan tidak mengandung zat-zat yang bisa mengganggu kesehatan," tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, diharapkan produk-produk yang dihasilkan para pelaku industri setempat lebih mampu bersaing di pasaran.

  Penerapan SNI pada sebuah produk merupakan jaminan bukan hanya untuk kualitas barang tetapi juga kesehatan, keamanan, dan keselamatan bagi konsumen./Nadi/D

Editor: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar