Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengimbau warga provinsi itu waspada terhadap banjir.
        
"Kami mengimbau warga mewaspadai terjadinya banjir karena memasuki bulan Januari 2011 diprediksi puncak musim hujan," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Staklim Banjarbaru Wayan Mustika di Banjarbaru, Selasa.
        
Menurut dia, puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Pebruari 2011 ditandai semakin tingginya curah hujan yang diprediksi mampu mencapai 400 milimeter. 
  
"Selama puncak musim hujan terjadi peningkatan curah hujan melampaui kondisi sebelumnya yang semula hanya 300 menjadi 400 milimeter atau masuk kategori di atas normal," ungkapnya.
        
Tingginya curah hujan pada puncak musim hujan itu memicu terjadi banjir dan genangan air yang berpotensi merendam sejumlah wilayah di Provinsi Kalsel.
        
Dikatakan, hampir seluruh wilayah Kalsel berpotensi dilanda banjir karena topografi kawasan yang relatif rendah sehingga apabila curah hujan tinggi maka kawasan rendah itu digenangi air hingga mengakibatkan banjir.
        
"Hampir seluruh wilayah Kalsel berpotensi dilanda banjir karena topografi kawasan yang relatif rendah ditambah letaknya berdekatan dengan laut sehingga jika air laut pasang maka air hujan tertahan," ujarnya.
        
Mengenai cuaca yang akhir-akhir ini sering dilanda hujan disertai petir dan angin kencang yang merata hampir di seluruh wilayah Kalsel, dikatakan kondisi itu belum bisa disebut ekstrem.
        
Dijelaskan, kondisi ekstrem terjadi apabila curah hujan sangat tinggi di atas 100 milimeter dengan intensitas yang berlangsung cukup lama sehingga mengakibatkan dampak buruk seperti banjir dan tanah longsor.
        
"Hujan yang disertai petir dan angin kencang merupakan fenomena alam dan tidak bisa disebut cuaca ekstrem kecuali curah hujan sangat tinggi dan durasinya berlangsung lama," kata dia.
        
Ia juga mengatakan, banyaknya sambaran petir di wilayah Kalsel karena posisi yang berada dekat dengan garis khatulistiwa (equator) atau tepat pada posisi pembelokan arah angin.
        
"Posisi wilayah Kalsel berada dekat garis khatulistiwa dan di atasnya tepat arah pembelokan angin sehingga saat hujan turun sering muncul petir dan angin puting beliung," katanya.
        
Sementara munculnya angin kencang atau puting beliung disebabkan awan pembentuk hujan yang membentuk suhu udara panas dan lembab sehingga memicu gerakan awan tidak beraturan dan meningkatnya kecepatan angin.*3*

Editor: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar