Minggu, 22 Oktober 2017

Kapolda Perintahkan Kasat Reskrim Ingatkan Perusahaan Jangan Membakar Lahan

id Karhutla
Kapolda Perintahkan Kasat Reskrim Ingatkan Perusahaan Jangan Membakar Lahan
Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana mengecek sarana pemadaman api yang dimiliki jajarannya. (Antarakalsel/foto/Firman)
Kasat Reskrim harus door to door menemui perusahaan perkebunan yang ada di wilayah masing-masing untuk mengingatkan ancaman pidana jika membakar lahan,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Rachmat Mulyana memerintahkan para Kasat Reskrim di seluruh Polres untuk mengingatkan manajemen perusahaan agar tidak membakar lahan untuk alasan apapun.

"Kasat Reskrim harus door to door menemui perusahaan perkebunan yang ada di wilayah masing-masing untuk mengingatkan ancaman pidana jika membakar lahan," kata Kapolda di Banjarbaru, Sabtu.

Menurut Kapolda, gerak aktif para penyidik Reskrim tersebut sejalan dengan sosialisasi atau sambang ke masyarakat dan petani oleh anggota Bhabinkamtibmas.

Kalau semua upaya persuasif atau pencegahan sudah dilakukan, maka tidak ada kompromi jika faktanya tetap terjadi pembakaran lahan.

"Saya perintahkan lakukan penegakan hukum setegas-tegasnya baik korporasi maupun perorangan yang kedapatan membakar lahan," tegas Kapolda saat memimpin Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Penanggulangan Karhutla di Lapangan Polri Jalan Ahmad Yani Km 21 Banjarbaru.

Rachmat pun memastikan tidak ada toleransi apapun bagi pembakar lahan baik itu skala kecil di lahan masyarakat atau petani, apalagi lahan perkebunan milik perusahaan besar.

Dalam Maklumat Kapolda Kalsel Tentang Larangan Membakar Lahan, papar Rachmat, sudah jelas seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan.

Karena dampak dari terbakarnya lahan adalah kabut asap yang sangat merusak kesehatan hingga mengganggu jarak pandang pengendara di jalan raya.

Bahkan penerbangan pesawat di Bandara Syamsudin Noor juga kerap terganggu akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti kawasan sekitar Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Berdasarkan laporan BMKG, ungkap Kapolda, selama periode Januari hingga Juli 2017 tercatat ada 104 titik panas atau hotspot.

Jika dibanding periode yang sama tahun 2016, terjadi penurunan yaitu 1.548 hotspot pada tahun lalu. Bahkan di 2015 yang menjadi tahun paling parah terjadinya Karhutla di Kalsel, terdapat 4.991 hotspot hingga mengakibatkan kabut asap tebal menyelimuti udara Kalsel sepanjang hari.

"Apel gelar pasukan ini sengaja kami laksanakan untuk mengecek sarana dan prasarana sekaligus memperlihatkan kepada pimpinan dan seluruh elemen masyarakat serta Pemda bahwa kami siap menanggulangi Karhutla jika terjadi," tutur jenderal bintang satu itu. 

Editor: Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Top News
Baca Juga