Minggu, 22 Oktober 2017

68 Dokter Dan Bidan Diangkat Jadi CPNS

id dokter
Atas nama Pemkab Kotabaru, saya ucapkan selamat bagi saudara yang pada hari ini telah menerima SK pengangkatan sebagai seorang CPNS di lingkup Pemkab Kotabaru,
Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengangkat 68 dokter dan bidan tenaga pegawai tidak tetap menjadi calon pegawai negeri sipil.

Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, Jumat, mengatakan, pengangkatan menjadi CPNS ini adalah buah dari loyalitas, kerja keras dan kesabaran selama ini dalam mengabdi kepada masyarakat dan daerah.

"Atas nama Pemkab Kotabaru, saya ucapkan selamat bagi saudara yang pada hari ini telah menerima SK pengangkatan sebagai seorang CPNS di lingkup Pemkab Kotabaru," katanya.

Bupati menekankan bagi para CPNS yang baru menerima SK pengangkatan ini, hendaknya untuk lebih mengedepankan pengertian dan pelayanan kepada masyarakat bukan mengedepankan hak. Karena setiap pegawai negeri sipil akan terikat aturan kepegawaian yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Perlu diingat pula, kata Sayed, seorang calon pegawai negeri sipil yang sejati adalah seorang pegawai negeri sipil yang kepuasan kerjanya tidak ditentukan oleh besarnya gaji yang diterima.

Akan tetapi ditentukan oleh tingginya kepuasan dan kesejahteraan masyarakat yang dilayani sebagai akibat dari kemampuan dan profesionalitas yang dimiliki oleh pegawai negeri sipil tersebut.

Menurut bupati, dalam bekerja CPNS harus bisa bekerja sama dan menjalin komunikasi dengan sesama rekan kerja maupun tim, serta CPNS juga diwajibkan harus paham atas peran dan tupoksi selaku abdi negara sesuai undang-undang ASN serta berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, tingkatkan kualitas dan kinerja yang baik.

"Saya berharap para dokter yang baru saja menerima SK CPNS agar senantiasa dapat menguatkan niat untuk berbuat lebih, khususnya dalam membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.

Kepada seluruh bidan, dia berpesan, untuk selalu siap siaga menjaga khususnya para ibu hamil agar kesehatannya stabil sampai melahirkan. Setelah melahirkan, ibu dan bayinya juga harus dijaga.

"Kalau ada masalah, lakukan koordinasi dengan kepala puskesmas, dengan dokter dan dinas kesehatan," pesan bupati.

Setelah diangkat jadi CPNS, para bidan juga harus menjaga aspek prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela dalam bekerja. Disiplin dan pelayanan prima menjadi kunci utama yang harus selalu dipegang teguh.

Lebih lanjut diungkapkan, penyerahan SK ini adalah bentuk apresiasi negara kepada saudara. Jadi melalui momentum ini harus memacu dan memotivasi diri agar dapat menjadi ASN yang memiliki komitmen kuat demi kemajuan bangsa dan daerah yang kita cintai ini.

Tidak mudah menjadi PNS, oleh karena itu amanah tetap harus dijaga dan tetap melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

"Tidak lupa saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi bidan dan dokter PTT yang selama ini telah menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat. Berkat keyakinan dan kesabaran dari saudara/saudari sekalian, sampai pada akhirnya menerima SK sebagai CPNS pada hari ini," ucap bupati.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Hj Ernawati, menambahkan 68 pegawai tidak tetap yang diangkat menjadi CPNS tersebut tersdiri dari dua orang dokter, dan 66 bidan.

"Sebelum diangkat menjadi CPNS, mereka sudah mengabdi sebagai pegawai tidak tetap minimal tiga tahun, ada yang lebih," katanya.

Editor: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Top News
Baca Juga