Selasa, 23 Mei 2017

Bupati : Keberhasilan Batola Berkat Karya Pendahulu

id Bupati : Keberhasilan Batola Berkat Karya Pendahulu
Marabahan, (Antaranews Kalsel) - Bupati Barito Kuala, Kalimantan Selatan  H Hasanuddin Murad mengatakan, keberhasilan yang diraih Batola saat ini tidak terlepas dari karya para pendahulu serta para bupati dan wakil bupati yang memimpin terhadahu serta dukungan seluruh lapisan masyarakat.


“Di usia ke-57 tahun ini Batola terus berupaya dapat mengkukuhkan sebagai penyangga ketahanan pangan dengan kebijakan selalu memprioritaskan pembangunan di bidang pertanian,” ujar Bupati Batola H hasanuddin Murad, pada perayan puncak Hari Jadi ke-57 Kabupaten Batola, dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan, Selasa (10/1).

Bagi Batola, sebutnya, pembangunan bidang pertanian ditempatkan sebagai bidang pembangunan strategis serta yang didukung dan disinergikan dengan bidang-bidang pembangunan lainnya.

Pada bagian lain, mantan anggota DPR-RI itu mengatakan, tahun 2016 Pemkab Batola telah memfasilitasi seleksi apartur perangkat pemerintah desa dengan menyelenggarakan tes calon perangkat desa dengan sistem CAT atau sistem seleksi berbasis komputer.

“Sistem ini konon hanya Batola yang telah menerapkan,” ungkapnya.

Hasilnya, lanjut bupati, Batola berhasil menjaring 1.047 perangkat desa dan saat ini telah ditetapkan serta diangkat secara definitif sebagai perangkat desa.

Selain melaksanakan pembangunan prasarana desa, menurut Hasan, tahun 2016 Batola telah membangun dan meningkatkan jalan sepanjang 413,76 kilometer dan jembatan 20 buah untuk menambah daya dukung prasarana wilayah yang sudah ada sebelumnya.

Untuk ruas Jalan Tamansari Bunga, sebut dia, pada tahun 2017 ruas jalan tersebut akan diselesaikan penyempurnaannya karena tertunda lantaran adanya pemotongan DAK tahun 2016.

Demikian pula, sambut bupati, untuk jalan batas Banjarmasin – Marabahan secara bertahap terus ditingkatakan dan dilebarkan termasuk pada tahun 2017 ruas jalan negara Handil Bakti yang saat ini hanya 2 jalur akan mulai dibangun dan ditingkatkan menjadi empat jalur.

Terkait penyelengaraan kegiatan kepelabuhanan, berupa kegiatan kepanduan sebut mantan Dosen Fakultas Hukum Unlam tersebut, dilakukan terhadap kepal atau tugboat tongkang pengangkut batubara yang melewati aliran Sungai Barito di wilayah wajib pandu Marabahan saat ini sudah mulai dapat dilakukan menuju kegiatan yang jauh lebih baik.

Kebijakan pandu, sebut Hasan, disamping untuk pelayanan dan pengamanan lalu lintas aliran sungai serta perlindungan objek vital Jembatan Rumpiang dan Jembatan Barito juga memungkinkan diperolehnya pendapatan daerah secara legal dan formal melalui fee yang dipungut.


Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga