Jumat, 18 Agustus 2017

Batola Tunjukkan Kemajuan Penghasil Pangan

id Pemkab Batola, pertanian Batola, HUT Pemkab Batola, Bupati Batola
Batola Tunjukkan Kemajuan Penghasil Pangan
. (Antaranews Kalsel/humpro)
Produksi gabah kering daerah kita meningkatnya 1,8 persen hingga 5 persen setiap kali musim panennya,
Marabahan (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, mempertunjukkan kemajuan sebagai daerah penghasil pangan nasional terbesar di provinsi tersebut, yakni, dengan terus membekali kecanggihan peralatan pertanian bagi petaninya.

Bupati Barito Kuala H Hasanuddin Murad dalam acara memperingati hari Jadi kabupatennya tersebut yang ke-57 di halaman kantor bupati setempat, Selasa, menegaskan, produksi pangan di daerahnya terus mengalami peningkatan sejak dibekalinya para petani dengan bantuan peralatan canggih.

Dia pun menunjukkan sejumlah peralatan canggih para petani di daerahnya dengan memamerkannya dalam parade alat-alat pertanian dalam rangkayan kemeriahan peringatan harjad Barito Kuala ke-57 tersebut.

Menurut dia, sejak diberikan bantuan berupa ratusan hend traktor dan puluhan alat berat penggarap lahan dan mesin pemanen padi yang cukup canggih di setiap kelompok tani, hasilnya cukup memberikan peningkatan produksi.

"Produksi gabah kering daerah kita meningkatnya 1,8 persen hingga 5 persen setiap kali musim panennya," papar Hasanuddin Murad.

Dia mengakui, dengan cuaca yang kurang bersahabat bagi pertanian sejak 2016 lalu, produksi petani mengalami sedikit gangguan, namun tetap menuai hasil yang cukup memuaskan, tidak mengalami penurunan signifikan.

"Memang dengan sempat terjadinya kemarau panjang kemarin, dilanjutkan dengan musim hujan yang cukup besar membuat sebagian daerah persawahan tenggelam, ada pengaruh produksi, tapi tidak menonjol," ujarnya.

Dikatakan Hasanuddin Murad, pemerintah daerah terus mengupayakan agar produksi pangan terus meningkat hingga bisa didistribusikan ke daerah lain, bahkan menjadi penyandang pangan nasional.

Dia menyatakan, target pemerintah daerah memberikan bantuan sebanyak 1.000 unit hend traktor bagi kelompok tani terus dilakukan, hingga semuanya dapat memproduksi padi dengan maksimal.

"Ada sebanyak 195 desa di daerah kita ini, rata-rata masyarakatnya bertani, setiap desa kita target lima unit hend traktor," paparnya.

Menurut dia, Barito Kuala akan tetap bertahan menjadi daerah pertanian, dan akan selalu bangga disebut masyarakat petani, sebab dari itu bisa memberikan banyak kehidupan bagi rakyat negara ini.

"Tidak hanya diproduksi padi, tapi juga buah-buahan lokal salah satunya jeruk Banjar sebagai andalan, juga peternakan sapi dan perkebunan kelapa sawit yang juga terus berkembang," ujarnya.

Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan menyatakan apresiasinya atas keberhasilan Barito Kuala selama ini menjadi daerah pangan nasional, sebab sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang subur untuk bertani.

Dia pun mengharapkan, pemerintah setempat dapat menjaga lahan-lahan subur tersebut tidak tergerus pembangunan yang menghilangkan daerah hijau pertanian, sebab aset bangsa yang luar biasa memberikan mamfaat bagi kehidupan.

"Memang kalau besarnya produksi pertanian semua kabupaten di provinsi ini tidak bisa mengalahkan Barito Kuala, pemerintah provinsi pun akan selalu menunjukkan perhatiannya bagi daerah ini untuk menjaga lumbuh padi nasioanl," ucapnya.

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga