Kamis, 23 Februari 2017

Warga Hadang Truck Semen PT Conch

id Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, PT Conch, Jalan Nasional
Warga Hadang Truck Semen PT Conch
Syahrani alias Aran, salah satu korban laka tunggal di Jalan A Yani Kabupaten Balangan. (Roly Supriadi)
Balangan, (Antaranews Kalsel) - Warga Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, semakin resah dengan tindak ugal-ugalan sopir truck angkutan semen PT Conch yang se enaknya melintasi jalur di Jalan A Yani Km 2.

Kamis, (22/12) sekitar pukul 00.00 wita, sekelompok warga bahkan melakukan aksi penghadangan terhadap para sopir truck yang sengaja mengambil ruas jalur kanan jalan dengan kecepatan tinggi di Km 2 A Yani, yang hampir menabrak pengendara yang sedang melintas.

Warga setempat, Setya mengungkapkan, kelakuan para sopir truck tersebut sudah sering terjadi, baik siang maupun malam.

"Kita bisa maklumi jika keadaan jalan sebelah kiri pembatas jalan mengalami kerusakan atau tidak bisa dilintasi, namun kiri dan kanan jalan dipenuhi oleh truck angkutan semen dengan kecepatan tinggi," jelasnya.

Syahrani alias Aran, salah satu warga Paringin, yang baru saja mengalami kecelakaan di lintas jalur A Yani Km 10, Rabu (21/12) karena menghindari lubang jalan dan tindak ugal-ugalan sopir truck mengungkapkan, jangan sampai bertambah korban.

"Kita sudah punya banyak korban, kecelakaan tunggal karena lubang jalan, tabrakan yang mengakibatkan meninggal dunia karena menghindari kerusakan jalan, belum lagi Een pemilik service ponsel Paringin Timur yang mengalami kebutaan salah satu matanya karena kecelakaan tunggal sebulan yang lalu," terangnya.

Sebenarnya warga tidak melarang angkutan semen, tegas Aran, namun tonase berlebih tidak sesuai dengan kualitas jalan di Balangan, sehingga setiap perbaikan dan tambal sulam bahkan tidak bertahan hingga 24 jam, sudah kembali rusak parah.

"Kita berharap tonase angkutan semen PT Conch diturunkan, hingga jalan benar-benar diperbaiki dan kualitasnya dinaikkan agar sesuai dengan padatnya truck dengan tonase berat hingga 50 ton lebih," harapnya.


Editor: Roly Supriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga