Kamis, 19 Oktober 2017

DPRD HST Perjuangkan Jalan

id jalan, jalan rusak, Kabupaten HSS, DPRD HSS
DPRD HST Perjuangkan Jalan
Sudah hampir tujuh bulanan warga Mantaas dan Rantau Bujur, Kecamatan Labuan Amas Utara, mengeluhkan kondisi jalan rusak yang menggangu aktivitas transportasi di dua desa tersebut. (Antaranews Kalsel/Hms/Fathurrahman)
Jembatan terbuat dari kayu dan sudah rusak terendam air, warga berinisiatif menggunakan pohon kelapa secara swadaya, agar dapat dilalui,
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua DPRD Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Jainuddin mengatakan pihaknya segera mendatangi dinas pekerjaan umum agar segera memperbaiki kerusakan jalan dan jembatan di beberapa lokasi daerah ini.


Menurut Jainuddin yang juga Politisi PPP Hulu Sungai Tengah (HST) di Barabai, Rabu mengatakan, pihaknya juga akan memperjuangkan perbaikan jalan dan jembatan tersebut, terealisasi dalam waktu cepat.

Politisi asal Dapil III HST, yang meliputi Kecamatan Pandanwan dan Labuan Amas Utara tersebut, menyatakan, akan segera menindaklanjuti aspirasi warga dengan mendatangi Dinas PU dan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Jalur jalan Mentaas yang rusak, merupakan wewenang Provinsi, karena masuk dalam RTRW Provinsi Kalimantan Selatan.

Sudah hampir tujuh bulanan warga Mantaas dan Rantau Bujur, Kecamatan Labuan Amas Utara, mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak, sehingga menggangu aktivitas transportasi di dua desa tersebut.

Warga desa Mantaas Syaifullah mengatakan, terdapat empat jembatan strategis penghubung dua desa tersebut, yakni dua di desa Mantaas dan dua di Rantau Bujur, kondisinya sangat memprihatinkan, karena tak jarang ada warga yang mengalami kecelakaan saat melewati jembatan.

"Jembatan terbuat dari kayu dan sudah rusak terendam air, warga berinisiatif menggunakan pohon kelapa secara swadaya, agar dapat dilalui," katanya.

Menuruta Syaifullah, jalan dan jembatan penghubung tersebut, merupakan akses utama untuk mengangkut hasil perikanan dan akses utama penghubung ke Barabai, Ibu Kota Hulu Sungai Tengah dan Amuntai, Hulu Sungai Utara.

Jalan dan jemabatan di dua desa ini merupakan jalan provinsi, yang dibangun sejak tahun 2013 senilai Rp4,7 Miliar.

Dari total pembangunan sepanjang enam kilometer, baru terealisasi limma kilometer dan sisa jalan yang belum diperbaiki satu kilometer,berada di desa Mantaas Ujung, seiring waktu karena terjadinya banjir dan jalan terendam maka saat ini jalan juga mengalami kerusakan.

Jembatan yang terbuat dari kayu yang kini kondisinya sangat memprihatinkan tersebut, juga menyulitkan tenaga pengajar di SDN 1 Mantaas yang sering jatuh karena licin, sementara jalan disiring hanya menggunakan kayu galam, sehingga badan jalan rontok ke sisi jalan.

Kepala Desa Mantaas Mahyuni mengatakan, pihaknya telah menyampaikan aspirasi warga baik kepada Dinas PU HST dan DPRD setempat, agar jalan segera diperbaiki.

Perbaikan jalan sangat diperlukan oleh warganya yang berjumlah 3.000 jiwa terdiri dari 977 KK dengan luas wilayah 3.634 km2, mengingat jalan tersebut jalur darat utama yang aman dilalui oleh masyarakat untuk mengangkut barang hasil pertanian dan perikanan.

"Memang ada jalur sungai, tapi juga tidak nyaman dilalui karena tertutup eceng gondok," katanya. 

Editor: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga