Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Ruzaidin Noor mengatakan, festival "tanglong" dan "bagarakan" sahur merupakan salah satu cara menyemarakan bulan Ramadhan yang perlu dilestarikan.


"Festival diisi dengan kegiatan bernuansa Islami sehingga cukup tepat dilakukan sebagai salah satu cara menyemarakan bulan Ramadhan," ujar wali kota di Banjarbaru, Kamis.


Kegiatan tahunan yang dilaksanakan Minggu (21/8) malam bertepatan 21 Ramadhan 14322 Hijriah juga diharapkan menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Banjarbaru maupun Kalimantan Selatan  umumnya.


Menurut dia, setiap peserta tanglong (lampion) diminta menampilkan kreativitas terbaik seperti miniatur masjid, Ka'bah, bulan sabit, unta dan kaligrafi tetapi tidak diperbolehkan menampilkan figur rasul atau nabi.


"Nuansa Islami muncul karena kreativitas yang ditampilkan menggambarkan miniatur bangunan tempat ibadah maupun benda lain ciptaan Allah yang mencirikan budaya Islam," ungkapnya.


Sementara, "bagarakan" (membangunkan) sahur juga kental dengan suasana bulan Ramadhan dan sering dijadikan anggota masyarakat sebagai sarana membangunkan orang untuk sahur.


"Ritual membangunkan sahur identik dengan masyarakat Kalsel dan dilombakan dalam festival yang diharapkan dapat lebih menggugah masyarakat melestarikan salah satu budaya daerah," ujarnya.


Festival kali ini berbeda dibanding tahun lalu karena acara diawali buka puasa bersama dengan peserta festival yang dipusatkan di gedung Bina Satria Banjarbaru.


Usai buka puasa bersama dilanjutkan Salat Maghrib dan Isya serta Salat Tarawih berjamaah diteruskan pembukaan festival yang dipusatkan di Lapangan Murdjani depan Balai Kota Banjarbaru.


Seluruh peserta festival akan mengikuti konvoi keliling kota sehingga bisa memberikan hiburan bagi anggota masyarakat lain yang tidak bisa datang ke pusat kegiatan.


Kemeriahan lain yang siap ditampilkan diajang festival tingkat Kalsel dan Kota Banjarbaru itu adalah pesta kembang api yang diluncurkan dari Lapangan Murdjani.


Pemkot Banjarbaru sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk peluncuran kembang api tersebut karena seluruhnya ditanggung pihak ketiga yang berpartisipasi dalam "event" tahunan itu.(Za/A)l

Editor: Asmuni Kadri
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar