Berita Terkait
Oleh Yose Rizal

Banjarbaru,(Antaranews Kalsel) - Sebanyak 167 peserta mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum di lingkungan pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan selama satu hari pada Rabu.


Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan Banjarbaru Firdaus Hazairin, Rabu mengatakan, tes menggunakan sistem Computer Assisment Test (CAT) atau tes dengan bantuan komputer.

"Pelaksanaan tes bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Nasional Kantor Regional VIII Banjarmasin di Banjarbaru karena mereka memiliki peralatan dan soal yang berasal dari Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi," ujarnya.

Ia mengatakan, jumlah peserta tes berkurang sebanyak sebelas orang dari 178 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti ujian tertulis yang sudah dijadwalkan tanggal 23 Oktober 2013.

Menurut dia, sebelas peserta yang tidak mengikuti tes memiliki beberapa alasan diantaranya menikah, hamil, tanpa kabar dan mengundurkan diri karena sudah mendapat pekerjaan.

"Peserta yang tidak hadir otomatis tidak lulus dan ketidakhadiran sebelas peserta cukup mengurangi persaingan antarpeserta memperebutkan formasi yang disiapkan," ungkapnya.

Dikatakan, tes CPNS menggunakan sistem bisa diketahui secara langsung hasilnya karena jawaban peserta dapat dilihat dilayar monitor yang sudah disusun sesuai rangking.

Namun, kata dia, meski pun daftar ranking sudah diketahui tetapi hasil final merupakan kewenangan satuan tugas penerimaan CPNS Kementerian PAN dan RB yang menetapkan siapa yang lulus sesuai standar nilai.

"Kami tidak mengetahui berapa standar nilai yang ditetapkan untuk meluluskan peserta dan kewenangan menyatakan kelulusan juga di tangan satgas karena hasil ujian digodok oleh mereka," kata dia.

Sementara itu, jumlah formasi CPNS jalur umum yang disediakan Pemkot Banjarbaru sebanyak 50 formasi terdiri dari 24 formasi dengan kualifikasi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan dua formasi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB).

  Sedangkan 24 formasi lainnya adalah formasi guru produktif yang akan ditempatkan pada sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan mengajar sesuai mata pelajaran yang dibutuhkan.   

Editor: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar