Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - PT PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kini kelebihan daya sehingga kebutuhan listrik untuk kedua provinsi tersebut dijamin mencukupi terutama pada bulan Ramadhan

Humas PT PLN Kalsel dan Kalteng, Bambang di Banjarmasin, Minggu mengatakan pihaknya kini mampu mencukupi kebutuhan listrik kepada pelanggan di dua provinsi, termasuk untuk kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan tahun ini.

"Saat ini daya yang dihasilkan PLN mencapai 509,7 MW, sedangkan kebutuhan hanya sekitar 382 MW, jadi sangat saving," kata Bambang.

Hal itu, tambah Bambang, terjadi karena ketersediaan daya listrik untuk pelanggan saat ini didukung dengan beroperasinya empat unit PLTU Asam-asam.

PLN kata dia, mampu mempercepat penyelesaian pemeliharaan atau overhoul salah satu pembangkit, yakni PLTU unit 2, yang seharusnya dilaksanakan selama 108 hari yaitu sejak Juni hingga Agustus 2013.

Namun ternyata, teknisi mampu menyelesaikan pemeliharaan mesin tersebut lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, sehingga mesin PLTU bisa operasional secara maksimal.

Ketersediaan daya yang berlimpah tersebut, tambah Bambang, belum bisa menjamin kedua provinsi ini bebas dari pemadaman, karena ada berbagai faktor penyebab terjadinya pemadaman listrik.

Selama ini, kata dia, pemadaman juga bisa terjadi antara lain adanya gangguan di luar dugaan seperti kerusakan jaringan akibat tertimpa pohon yang kena angin kencang atau pohon tumbang yang mengenai jaringan.

"Meskipun ada Perda pohon, namun pelaksanaannya belum maksimal," katanya.

Terkait penambahan pelanggan, menurut Bambang PLN tetap membuka kesempatan,khususnya bagi kelompok rumah tangga.

Sedangkan kelas bisnis, tetap dilakukan secara selektif dan masih dilakukan pembatasan pemakaian.

Sebelumnya, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng, Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan daya mampu energi listrik yang dimiliki PT PLN Kalselteng melalui sistem kelistrikan Barito mencapai 510 MW.

Sementara, kebutuhan listrik bagi dua provinsi bertetangga itu saat beban puncak hanya mencapai 400 MW sehingga masih ada cadangan daya listrik sebesar 110 MW yang bisa digunakan jika terjadi gangguan.

Pembangkit yang memasok daya listrik ke sistem kelistrikan Barito adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam unit 1, 2, 3 dan 4, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor.

Selain itu, pasokan listrik juga ditambah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan tambahan listrik Acces Power serta pembangkit yang dioperasikan dengan bahan bakar minyak atau Marine Fuel Oil (MFO).

Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar