Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Selatan "ngutang" dulu guna membiayai tahapan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tahun 2014, karena dana anggaran dari pusat belum diterima.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris KPUD Kalsel, H Bambang Setiawan usai menerima pendaftaran Kolonel Infantri purnawirawan Nasib Alamsyah, untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, di Banjarmasin, Senin.

"Sedangkan tahapan pelaksanaan Pemilu 2014 sudah dimulai sejak awal tahun lalu," ujar mantan Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel tersebut.

Sebagai contoh, biaya pemeriksaan kesehatan bagi calon anggota KPUD Kalsel, mengutang dengan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Begitu pula dana berupa hibah dari pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel untuk menunjang kelancaran pelaksanaan Pemilu 2014 sebesar Rp250 juta pada tahun anggaran 2013, belum cair.

"Padahal menurut Sekda Prov Kalsel dana hibah tersebut sudah bisa dicairkan. Tapi masih terbentur teknis, berupa penandatanganan `Memorandum of Understanding` (MoU) dengan Kebangpol Linmas provinsi," lanjutnya.

Ia mengaku agak sedikit bingung dengan masalah MoU tersebut, karena pada Pemilu sebelumnya untuk mencairkan dana bantuan dari Pemprov Kalsel tidak mengenal penandatanganan MoU.

"Nah yang menjadi pertanyaan pembuatan draft MoU tersebut. Apakah KPUD atau Kesbangpol Linmas selaku kuasa untuk menangani dana bantuan politik," demikian Bambang Setiawan.

Nasib Alamsyah, yang juga Ketua DPRD Kalsel tampak kaget ketika mendengar permasalahan Sekretariat KPUD tingkat provinsi tersebut, antara lain belum turunnya dana dari pusat sebesar Rp12 miliar dan hibah Pemprov setempat.

"Eh, dana hibah Pemprov belum cair ya? Padahal saya sudah lama meminta agar dana hibah tersebut segera dicairkan," ujar mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan itu.

"Kasihan KPUD. Paling tidak dana hibah dari Pemprov segera cair, sehingga bisa mengurangi beban kerja KPUD Kalsel," demikian Nasib Alamsyah.

Editor: Imam Hanafi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar