Oleh Ulul Maskuriah

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana membangun jalan alternatif sepanjang 10 kilometer dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menuju Jembatan Barito yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah.

Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis mengatakan, saat ini kemacetan di Banjarmasin sudah cukup parah, sehingga harus segera dicarikan solusi melalui pengembangan jalan alternatif.

"Salah satunya adalah dengan membangun jalan pintas dari Pelabuhan Trisakti langsung menuju Jembatan Barito," katanya.

Dengan demikian, kata dia, truk angkutan barang atau kontainer tidak perlu lagi masuk jalan Kota Banjarmasin, sehingga mengurangi kemacetan yang terjadi saat ini.

Menurut Jasran, saat ini pemerintah tidak mungkin melarang truk angkutan barang maupun kontainer untuk masuk kota, karena belum ada jalan alternatif untuk lintasan armda angkutan tersebut.

"Kalau truk angkutan barang dilarang masuk kota, tentu pasokan barang ke luar Banjarmasin termasuk Kalimantan Tengah akan terhambat," katanya.

Salah satu jalan, kata dia, yaitu perlu segera dibangun jalan alternatif yang lebih dekat dan memudahkan arus lalu lintas, yaitu berupa jalan pintas Pelabuhan Trisakti menuju Jembatan Barito.

Namun demikian, kata Jasran, mewujudkan rencana itu bukan hal yang mudah, karena perlu kerja sama intensif dengan Pemerintah Kota Banjarmasin terutama untuk pembebasan lahan.

Hal itu disebabkan kalau jalan tersebut dibangun, harus menggusur banyak rumah.

"Kecuali bila pembangunan jalan khusus yang melintasi perumahan tersebut dibangun berupa jalan layang dengan menggunakan tiang," katanya.

Berbagai kemungkinan tersebut, kini sedang dalam proses kajian dan studi kelayakan, termasuk penghitungan seandainya angkutan harus melalui jalan lingkar utara.

"Saat ini banyak dikeluhkan, untuk melintasi jalan lingkar utara, para sopir harus keliling cukup jauh sehingga menambah biaya angkut terutama bensin, hal tersebut tentu sangat tidak efektif," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kalsel Martinus mengatakan, cukup banyak pekerjaan rumah terkait infrastruktur yang harus diselesaikan melalui dana APBD maupun APBN.

"Kita berharap pada 2014 mendapatkan dana APBN hingga Rp2 triliun, sehingga persoalan infrastruktur yang belum tuntas bisa diselesaikan pada tahun itu juga," katanya.

Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar