Pantai Angsana  Objek Wisata Andalan

Mardani H Maming menanam bibit karang. (Antara/doc.)

Berita Terkait
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan Pantai Angsana sebagai lokasi wisata bahari yang diyakini bakal menjadi objek wisata andalan di daerah ini.

Bupati Tanah Bumbu Mardana H Maming di Batulicin, Kamis, mengatakan salah satu upaya untuk menjadikan Pantai Angsana sebagai objek wisata Bahari antara lain dengan melakukan transplantasi terumbu karang di pesisir pantai.

"Rencananya transplantasi tersebut bakal dilakukan di sepanjang pantai seluas seribu hektare," katanya.

Menurut dia, dengan transplantasi terumbu karang tersebut, diharapkan kerusakan sebagian terumbu karang di daerah itu bisa diperbaiki sekaligus juga melestarikan keindahan alam dan kelestarian biota laut yang ada di dalamnya.

Mardani juga menyatakan upaya membangun objek wisata bahari Desa Angsana tersebut akan dilakukan bekerja sama dengan pihak swasta.

"Pemkab tidak mungkin bisa mengembangkan objek wisata ini sendirian tanpa dukungan masyarakat setempat dan pihak swasta," katanya.

Bupati juga mengatakan pihaknya akan terus menyinergikan berbagai kebijakan yang prolingkungan, sehingga kerusakan alam akibat penambangan maupun kegiatan ekonomi lainnya bisa ditekan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga telah membuat rancangan zona terumbu karang di kawasan Pantai Angsana dan Sungai Dua Laut, sedangkan areal Bunati ditetapkan sebagai zona pelabuhan atau pelayaran.

"Pantai Bunati adalah zona pelabuhan, dan hal tersebut sudah diverifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan," katanya.

Zona terumbu karang, kata dia, berada di lokasi dengan ketinggian air relatif rendah, sedangkan bagian terdalam menjadi zona pelayaran yang pengawasannya dilakukan pihak Syahbandar, KP3, dan kepolisian perairan.

"Tentang kerusakan terumbu karang di Pantai Angsana, kita masih melakukan pendataan, termasuk penyebabnya," katanya.

Menurut dia, untuk mengantisipasi kerusakan terumbu karang akibat kapal yang berlabuh, akan dipasang "dolphin" yang berfungsi untuk tempat mengikat beberapa kapal atau tongkang batu bara.

"Jadi tongkang tidak melabuh jangkar, tetapi hanya mengikat pada dolpin yang disediakan, satu `dolphin` perlu biaya sekitar Rp500 juta untuk tempat mengikat tongkang sebanyak lima unit," katanya.

Pencanangan transplantasi terumbu karang Pemkab Tanah Bumbu tersebut dilakukan bekerja sama dengan Komunitas Jurnalis Pena Hijau Kalimantan Selatan bersama dengan kelompok pemuda peduli terumbu karang.


Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar